Misteri Rumah Tua | Cerpen Misteri

Posted by Muhammad Ecka on Selasa, 08 November 2011


Misteri Rumah Tua

Sore ini awan mendung menutupi awan putih, aku tak beranikan diri untuk keluar rumah. Tiupan angin yang kencang dan suara gemerisik daun membuat dingin suasana sedikit menyeramkan. Rintik-rintik hujan mulai berjatuhan dari langit, menambah seram sore ini. Terdengar suara memanggilku dari belakang,”andi coba kesini!” ternyata suara ibu yang menyuruhku untuk menyiapkan penadah air hujan di depan rumah. Akantetapi rasa takutku masih menyelimuti, dengan rumah tua yang ada di seberang jalan, halaman yang tidak terurus dan daun-daun yang berserakan membuat merinding orang yang melihatnya. Memang sudah lama rumah tua itu ditinggalkan oleh penghuninya karena pindah, tetapi akhir-akhir ini terlihat seorang wanita yang menempati rumah itu. Aku memberanikan diri untuk keluar ke halaman.

Masih terlihat wanita paruh baya, berbaju putih itu dengan wajah yang tidak enak untuk dipandang. Sempat terbayang olehku di balik wajah yang lugu tersebut  tersimpan suatu rahasia yang seakan-akan tak mau diperlihatkan oleh semua orang. Akupun sempat bertanya “apa yang sedang dia simpan?, sedikit penasaran tersimpan dalam hatiku. Sebenarnya wanita itu  tidak sendirian, ada sesekali seorang pria tak dikenal mengunjunginya. Pria itu kadang datang dengan membawa sebuah truk pengangkut muatan dan sering keluar masuk rumah itu. Entah apa yang dilakukan mereka dalam rumah tua itu. Hari ini pria itu tidak datang ,mungkin tidak ada kunjungan untuk kali ini.

Hujan deraspun akhirnya turun ,bak penampungan juga sudah aku siapkan. Namun rasa penasaranku masih kuat akan,” siapa sebenarnya wanita itu? dan mengapa ada seorang pria yang sesekali mengunjungi rumah tua di seberang jalan?. Akhirnya ku beranikan diri untuk bertanya pada ibu ,”siapa seorang wanita yang tinggal di rumah tua itu bu? ,dengan lirih ibu berkata ,”itu adalah madam sahara.”siapakah madam sahara itu bu? ,sautku kemudian.,”dia ialah orang yang membeli rumah itu setelah ditinggal oleh pemilik sebelumnya ,konon rumah itu ditinggal karena dianggap angker oleh pemiliknya. Kenapa bu? ,sautku lagi ,sambil duduk ibu bercerita tentang rumah angker di seberang jalan ,”dulu pernah kejadian setiap malam penghuninya selalu mendengar suara tangisan dari samping rumah ,tapi setelah dilihat tidak ada apapun ,penghuni sebelumnya juga pernah mengujar bahwa melihat seorang wanita berambut panjang yang sedang berdiri di balik jendela rumah tersebut. Bulu kudukku merinding mendengar cerita ibu yang seakan-akan memang pernah terjadi ,”tapi bu mengapa madam sahara mau menempati rumah angker itu? ujarku ,”karena menurut keterangan dari warga sini ,madam sahara ialah seorang paranormal alias dukun jadi beliau berani menempati rumah itu, ujar ibu dengan lirih.

Sambil mengangguk ,aku bertanya pada ibu,”tapi bu siapa seorang pria yang sesekali berkunjung ke rumah tua itu? ,jelasku ,”em. .,ibu kurang tau mungkin seorang pasien yang ingin konsultasi ,ujar ibu. Kami kemudian saling berbincang satu sama lain.

Tak terasa hari sudah mulai gelap hujanpun juga sudah reda ,ternyata sudah lama juga ibu bercerita. Aku sudah mulai mengantuk tapi masih terbayang olehku tentang cerita ibu tadi, rasa penasaran juga curiga masih tersimpan tentang seorang pria yang sering mendatangi rumah itu. Sambil berjalan ke kamar sempat terfikir di benakku “apakah mungkin seorang pasien sering datang kerumah hanya untuk berkonsultasi saja, ah. . .,rasanya tidak mungkin.

Malam sudah mulai larut ,aku membaringkan diri di atas tempat tidurku sambil mengingat-ingat cerita ibu tadi. Pintu dan jendela kamar aku kunci rapat-rapat ,langsung ku pejamkan mata agar tidak teringat tentang cerita tadi.

Keesokan harinya ,saat aku terbangun hari sudah siang tak terasa matahari sudah bersinar terang. Hari ini hari minggu ,setelah sarapan dan mandi aku mempunyai niat untuk menyelidiki tentang misteri rumah tua itu untuk menghilangkan rasa penasaranku. Kemudian segera aku menggumpulkan sekelompok teman yang biasa bermain bersamaku. Kami sangat suka mencari sebuah khasus yang biasa kami pecahkan ,kelompok ini kami namai dengan The Four Detective. Awalnya hanya sekedar kesenangan kami akan sebuah film yang berjudul Scooby doo tapi lama kelamaan kami ingin memerankan setiap tokoh dalam film itu. 

Aku kemuadian mengumpulkan teman-teman untuk berdiskusi tentang misteri rumah tua. Setelah aku ceritakan sebuah khasus tentang misteri rumah tua itu ,kami mulai menyusun rencana. Aku dan doni bertugas mencari informasi yang mencurigakan sedangkan toni dan jack bertugas mengintai gerak gerik penghuni sekaligus seorang pria yang mencurigakan itu. Rencana ini akan kami laksanakan sore hari karena pria itu sering muncul pada waktu sore hari.

Jam 4:30 kami mulai beraksi ,aku dan doni mencari informasi ke seorang warga yang kenal betul tentang rumah itu konon beliau ialah penjaga malam rumah itu setelah ditinggal oleh penghuninya ,memang pernah terjadi tentang suara tangisan dan sosok wanita berambut panjang yang sering muncul ,sampai akhirnya madam sahara menempati rumah itu dan beliau berhenti sebagai penjaga malam rumah itu.

Sedangkan Toni dan Jack mengintai dari sebuah pos kampling di sebelah rumah tua. Setiap kelompok membawa sebuah walkytalky untuk menghubungi. Setelah hampir satu jam kelompok jack menunggu akhirnya pria tinggi yang dimaksud muncul bekunjung ke rumah tua. Toni menghubungi doni bahwa segera merapat ke TKP. Aku dan Doni segera bergabung dengan mereka.

Selang beberapa waktu aku dan Doni sampai, terlihat seorang pria turun dari sebuah truk penggangkut dan berjalan menuju rumah tua, kemudian muncul seorang wanita tua membukakan pintu dan berbincang-bincang sebentar, si pria lalu kembali ke truk dan membawanya masuk ke garasi. Kami mencoba lebih dekat ke rumah itu, dengan mengendap-endap dan bergegas melihat ke dalam rumah. Aku memberanikan diri untuk mengintip dari jendela apa yang mereka lakukan, terlihat pria tinggi itu membawa sebuah karung entah apa isinya. Akan tetapi aku masih bingung ,kenapa ada dua pria, perasaan pria tinggi itu datang sendirian dan kemana madam sahara.

Setelah menurunkan muatan, pria itu kemudian kembali ke truk dan kami rasa akan segera keluar. Kami bergegas pergi dari rumah tua dan bersembunyi di semak-semak, selang kemudian truk pengangkut itupun keluar dan meninggalkan rumah tua itu. setelah kami rasa aman persembunyian kamipun berakhir. Madam sahara kemudian keluar dari rumah dan duduk di teras rumah, sempat terfikir di benakku ,kemana tadi madam sahara dan siapa pria satunya lagi. Khasus ini semakin rumit, kami rasa sampai disini dulu pengintaian The Four Detective, dengan rasa kurang puas kami kembali dan menyusun rencana lagi besok. Semoga saja besok dapat memecahkan khasus misteri rumah tua. 
Keesokan harinya setelah pulang sekolah,sore harinya pengintaianpun berlanjut, kemudian menyusun rencana dengan matang. Kali ini semua pengintaian dilakukan secara bersama-sama. Pria tinggi kembali muncul, kami mengawasi dari pos ronda, rencanapun berlanjut setelah si pria masuk ke rumah lalu aku dan Jack melihat lebih dekat, sambil mengendap-endap aku melihat di balik jendela tiba-tiba terlihat sosok wanita berambut panjang duduk di kursi ,aku memalingkan muka dan memberi tahu Jack ,’Jack ada. . .em hantu’’ ,aku dan Jack melihat kembali ,’mana an. . .?, kata Jack. Tadi ada disitu,’’ jelasku, secara tidak sengaja aku melihat madam sahara bersama si pria tinggi membawa sebuah karung lagi. Kami mendengarkan perbincangan mereka, aku dan Jack kaget melihat sosok wanita lagi keluar dari sebuah kamar rumah tua itu. Anehnya madam sahara dan si pria tidak takut malah saling berbincang, aku dan Jack semakin bingung tiba-tiba si hantu melepas topeng yang dikenakannya begitu juga madam sahara. Jack dan begitu juga aku kaget, ternyata selama ini hantu itu jadi-jadian dan madam sahara adalah seorang laki-laki.

Setelah membuka kedoknya sendiri si pria membuka karung dan mengeluarkan sebuah bungkusan yang berisi seperti bubuk putih. Apakah itu narkoba,’’ kata Jack ,’’ya benar Jack itu narkoba,’’ jelasku. Sekarang semua sudah jelas bahwa mereka melakukan transaksi ganja dan rumah tua di manfaatkan sebagai gudang penimbunan.

Tanpa basa basi kami menghubungi Toni dan Doni, untuk segera menghubungi polisi bahwa sedang terjadi transaksi narkoba di jalan panjaitan 2. Setelah menghubungi aku melihat mereka sedang menghisap sabu-sabu. Selang beberapa waktu polisi datang dan menggrebek rumah tua itu, terlihat mereka sedang teller setelah menghisap sabu-sabu. Akhirnya mereka ditangkap untuk diadili.

Selesailah sudah misteri rumah tua, ternyata hantu itu tidak ada hanya trick untuk melakukan tindakan criminal yang meresahkan warga. Berakhirlah penyelidikan The Four Detective. 

Kami berharap akan ada hikmah dari kejadian ini bahwa narkoba hanya merugikan generasi muda dan juga merusak moral masyarakat.

Penulis :  Mohammad  Eka Nur Roshid

{ 0 comments... read them below or add one }

Posting Komentar